Jumat, 23 Maret 2012

Satu Jiwa dalam Tubuh Berbeda – Itulah Sahabat



Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana? Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini. Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari persahabatan.
Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tingi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikianlah hidup yang ingin anda jalani? Bukan.

kisah Seorang Ibu Dan Anak



Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.
Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.
Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.
Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.

Jangan berhenti Berkarya



 Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa anda tak akan pernah bisa berhenti. Meski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak anda mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari anda.

Sandaran Masa Depan



Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”
Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”
Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Berhentilah Mengeluh



Pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah anda berkeluh kesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda untuk membenahi segala sesuatunya.
Apakah anda bermaksud untuk menyia-nyiakan semuanya itu? lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab anda? Janganlah kekuatan yang ada pada diri anda, terjungkal karena anda berkeluh kesah. Ayo tegarkan hati anda. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena anda tidak tahu jawaban dari masalah anda tersebut.

Arti Sebuah Kesempurnaan


Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.
Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani,”Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”

Kamis, 22 Maret 2012


API !

Hari Jum`at itu, Nasrudin menjadi imam Shalat Jum`at. Namun belum lama ia berkhutbah, dilihatnya para jamaah terkantuk-kantuk, dan bahkan sebagian tertidur dengan lelap. Maka berteriaklah Sang Mullah,
"Api ! Api ! Api !"
Segera saja, seisi masjid terbangun, membelalak dengan pandangan kaget, menoleh kiri-kanan. Sebagian ada yang langsung bertanya,
"Dimana apinya, Mullah ?"
Nasrudin meneruskan khutbahnya, seolah tak acuh pada yang bertanya,
"Api yang dahsyat di neraka, bagi mereka yang lalai dalam beribadah."



BELAJAR KEBIJAKSANAAN

Seorang darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup dari Nasrudin. Nasrudin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya bisa dipelajari dengan praktek. Darwis itu pun bersedia menemani Nasrudin dan melihat perilakunya.

Malam itu Nasrudin menggosok kayu membuat api. Api kecil itu ditiup-tiupnya. "Mengapa api itu kau tiup?" tanya sang darwis. "Agar lebih panas dan lebih besar apinya," jawab Nasrudin.

PERUSUH RAKYAT

Kebetulan Nasrudin sedang ke kota raja. Tampaknya ada kesibukan luar biasa di istana. Karena ingin tahu, Nasrudin mencoba mendekati pintu istana. Tapi pengawal bersikap sangat waspada dan tidak ramah.
"Menjauhlah engkau, hai mullah!" teriak pengawal. [Nasrudin dikenali sebagai mullah karena pakaiannya]

TEORI KEBUTUHAN


Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai,
"Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, ..."
Nasrudin menukas, "Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan."

Kisah Orang Tua Gila



Di provinsi Shandong, China, tepatnya di kota Qingzhou, terdapat sebuah legenda kuno.  Pada saat dinasti Ming,  sebuah desa yang berbatasan dengan Lie dan Yuan terdapat sebuah desa yang disebut desa Tang.

Seluruh penduduk di desa itu bermarga Tang. Mereka hanya terdiri dari 30 keluarga. Mata pencaharian mereka adalah bertani.

Penduduk di desa ini sangat sedikit, mereka hidup dengan makmur. Tetapi seluruh penduduk didesa ini orangnya agak egois, tidak peduli kepada orang disekeliling mereka, dan kualitas moral juga sangat rendah.

Menghargai Hari ini


 
Hal apa pun yang terjadi di dunia ini menyerupai aliran air di sungai, yang setiap saat setiap detik selalu terjadi beraneka ragam perubahan.
Namun di masa kini masih terdapat banyak sekali orang yang tidak mengerti akan bagaimana memanfaatkan sebaik-baiknya hari ini, dan tidak menghargai kesempatan berharga yang telah terpampang di depan mata.
Malah justru mencemaskan apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri di masa mendatang nanti. Sesungguhnya waktu sama sekali tak identik dengan uang yang dapat kita tabung sebagai persediaan bila kita membutuhkannya. Yang dapat kita manfaatkan adalah waktu yang seketika ini yang telah diberikan kepada kita, yaitu hari ini, dan sekarang ini.

Selasa, 20 Maret 2012

JAWABAN YG LEMAH LEMBUT



Roma 12:18
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
 Mazmur 26; Matius 26; Keluaran 1-2

Amsal 15:1 berkata bahwa "jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman." Memang di satu sisi jawaban yang rendah hati akan meredakan kegeraman, namun di sisi lain ada orang-orang yang benar-benar tidak bisa ditenangkan. Mungkin kepedihan dan kebencian yang dialami sudah terpendam lama, sehingga kegeraman itu tak tertahankan lagi.

JANGAN KUATIR HARI ESOK


Matius 6:34
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 28; Matius 28; Keluaran 5-6

Seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen stres. Dia mengangkat segelas air dan bertanya kepada mahasiswanya, "Seberapa berat Anda kira segelas air ini?" Para mahasiswa pun menjawab beragam, ada yang 20 gram sampai 500 gram. Sang dosen menjawabnya, "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung

Senin, 19 Maret 2012

PERBARUI NURANI ANDA


Kisah Para Rasul 24:10-21
PERBARUI NURANI ANDA
Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup de-ngan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manu-sia 
(Kisah Para Rasul 24:16)


Ada sebuah sistem hukum internal di dalam diri kita, yaitu hati nurani, yang memuji pada saat kita berbuat benar dan menghukum pada saat kita berbuat salah. Akan tetapi, alat pemantau moralitas yang sangat penting ini tidak sama satu dengan yang lain. Dalam beberapa kebudayaan, membunuh karena dendam dinilai sebagai suatu kehormatan. Sedangkan di kebudayaan lain, seseorang masih dianggap baik walaupun ia telah mengkhianati temannya.
Kisah yang didapat dari Badan Penyelidik Philadelphia dapat menggambarkan hal tersebut. Seorang anak laki-laki berumur 12 tahun tertangkap karena mencuri sebuah jam tangan. Ia bercerita kepada polisi bahwa ia pernah mengutil barang yang akan dihadiahkan untuk ibunya. Dan kini ia melakukan hal yang sama untuk ayahnya. Walaupun karena perbuatannya itu ia tidak jadi menghadiahi sang ayah, ia tidak menyesal karena telah mencuri.
Karena dosa, hati nurani tidak lagi bisa diandalkan dan perlu diperbarui secara rutin. Hal ini dimulai dari hubungan yang baik dengan Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Dia telah membayar lunas dosa-dosa kita, dan sekarang hati kita "telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat" (Ibrani 10:22). Namun, hal ini tidak membuat hati nurani kita menjadi kuno. Apabila kita menelaah Kitab Suci, Roh Kudus akan menjadikan hati nurani kita sesuai dengan firman, perbuatan, dan sikap Tuhan Yesus.
"Biarlah hati nurani memandu Anda" adalah pernyataan yang tepat apabila firman Allah menjadi pemandu bagi hati nurani Anda.


HATI NURANI SEPERTI JAM MATAHARI: BILA KEBENARAN ALLAH MENYINARINYA, 
JAM ITU AKAN MENUNJUK KE ARAH YANG BENAR

ALAT seperti APAKAH..ANDA?


2Korintus 5:10-21
ALAT SEPERTI APAKAH ANDA?
Kasih Kristus yang menguasai kami
(2Korintus 5:14)

Dua orang pria sedang dipertimbangkan untuk menjadi pendeta di sebuah gereja. Keduanya membawakan firman tentang neraka. Yang seorang berkhotbah dengan sikap yang dingin dan menakut-nakuti, sementara yang seorang lagi berkhotbah dengan penuh kasih dan perhatian. Akhirnya, jemaat sepakat memilih pria yang kedua sebagai pendeta mereka. Alasan mereka adalah bahwa pria yang pertama memberi kesan seolah ia tidak peduli bila orang-orang masuk neraka, sedangkan pria yang kedua berkhotbah sebagaimana layaknya orang yang berduka apabila ada orang yang harus melewatkan kasih dan pengampunan Allah.
Dalam 2Korintus 5, Paulus menulis tentang takhta pengadilan Kristus. Kebenaran ini membuat Paulus semakin menyadari betapa perlunya ia "meyakinkan orang" (ayat 11). Paulus menyaksikan bahwa kekuatan yang mendorong pelayanan pendamaiannya bukanlah penghakiman, melainkan kasih Allah. Dalam ayat 20, kata memohon dan meminta yang Paulus ucapkan mencerminkan kerinduan dan kasih yang besar.
Bertahun-tahun yang lalu, Andrew Bonar berkata kepada Robert McCheyne bahwa ia baru saja membawakan firman yang diambil dari Mazmur 9:18, "Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati." McCheyne bertanya, "Dapatkah kamu membawakannya dengan penuh kelembutan?" Pertanyaan yang sama juga dapat diajukan kepada kita. Bagaimana cara Anda dan saya menyampaikan Injil Kristus kepada orang-orang yang belum percaya? Allah rindu untuk melembutkan hati kita dan menjadikan kita sebagai alat pendamaian - J

BILA KITA MENGENAL KASIH KRISTUS,
KITA PUN AKAN MENGASIHI MEREKA YANG TERHILANG


SENYUM DI GEREJA



Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan tidak terkatakan 
(1Petrus 1:8)

Beberapa waktu yang lalu, saya dan istri saya mengunjungi sebuah gereja di luar kota. Ketika kami pulang, istri saya bertanya, "Apakah kamu memperhatikan sesuatu yang aneh dengan orang-orang di gereja tadi?" Terus terang saya tidak begitu memperhatikan hal itu. Lalu, istri saya menjelaskan, "Tak ada seorang pun yang tersenyum." Ketika saya mengingatnya kembali, saya sependapat dengan istri saya. Suasana muram menyelimuti permainan musik dan pemberitaan firman. Bahkan, tidak biasanya serambi gereja juga terasa mencekam.

HAL- HAL KECIL



Keluaran 4:1-12 

HAL-HAL KECIL

TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" 

(Keluaran 4:2)


Musa telah diperintahkan Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan. Tetapi ia kuatir dengan reaksi orang-orang Mesir, bahkan terhadap reaksi bangsanya sendiri. Lalu Tuhan berkata kepadanya, "Apakah yang ada di tanganmu itu?" "Tongkat," jawab Musa (Keluaran 4:2). Kemudian Allah berkata kepadanya, "Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat" (ayat 17). Mujizat besar terjadi melalui tongkat itu ketika Musa mematuhi Tuhan. Sebagai tongkat, benda itu memang tidak berarti apa-apa, tetapi dapat menjadi alat yang berkuasa bila dipersembahkan kepada Tuhan.

Berkaitan dengan hal ini, J.W. Johnson menulis, membayangkan percakapan seperti demikian: "\'Apa yang ada di tanganmu?\' tanya Tuhan. \'Sebuah ketapel\' jawab Daud. \'Itu cukup, pergilah melawan raksasa itu!\' Dan si raksasa Goliat pun rubuh di hadapan seorang gembala yang masih muda. \'Apa yang ada di tanganmu?\' tanya Tuhan. \'Pena,\' jawab John Bunyan dari balik jeruji penjara Bedford. \'Itu cukup.\' Kemudian ia menulis cerita Perjalanan Seorang Musafir, dan kisah ini akan tetap dikenal selama dunia masih berputar."

Jangan memandang rendah diri Anda. Jika Allah memanggil Anda untuk suatu tugas, Dia akan melengkapi Anda. Dia hanya bertanya, "Apa yang ada di tanganmu?" Gunakan apa yang telah Dia berikan kepada Anda, dan Anda akan melihat apa yang dapat Dia perbuat dengan hal-hal kecil .


ALLAH MENGGUNAKAN ALAT-ALAT KECIL UNTUK

MEWUJUDKAN PERKARA-PERKARA BESAR


LEBIH BAHAGIA MEMBERI



Suatu malam, seorang pria datang ke rumah Ibu Teresa untuk memberitahukan bahwa ada sebuah keluarga Hindu dengan delapan anak, sudah berhari-hari tidak makan sedikit pun. Lalu Ibu Teresa mengambil beras secukupnya dan membawa ke rumah keluarga itu. Kemudian, ibu dari keluarga itu menerima beras dari tangan Ibu Teresa, membaginya menjadi dua bagian, lalu pergi. Beberapa saat kemudian setelah ibu itu kembali, Ibu Teresa bertanya kepadanya, “Ke mana saja Engkau pergi? Apa yang Engkau lakukan? Lalu ia menjawab “mereka juga kelaparan” sambil menunjuk ke tetangga sebelah rumahnya, yaitu sebuah keluarga Muslim yang memiliki jumlah anak yang sama dengannya dan yang juga tidak memiliki makanan sedikit pun (dikutip dari buku Ungkapan Hati Ibu Teresa, hal. 16).

KESENANGAN HATI



KEMENANGAN SEJATI

2 Korintus 4:7-18

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, akan menghasilkan bagi kami kemuliaan kekal 

yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami 

(2 Korintus 4:17)

Bahagia, Dimanakah Kau Berada?..



Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan!
Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan!
Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan!
Orang biasa menyangka bahagia terletak pada kepopuleran!
Dan sangkaan-sangkaan lain..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis